Gelanggang Olah Raga Sultan Abdul Kadirun Bangkalan

Dalam tataran kognitif, ditinjau dari teori kepemimpinan, dinyatakan bahwa kepemimpinan (leadership), merupakan faktor determinan terhadap terjadinya suatu perubahan (change). Kepemimpinan dipandang sebagai suatu sintesis,  karena pada dasarnya, kepemimpinan merupakan poros yang mampu memformulasikan ide kreatif, anti kemapanan yang dipandang merugikan, serta berorientasi pada sesuatu yang baru, sehingga melalui pengaruh yang dimiliki,  kepemimpinan akan muncul, ditengah tuntutan kondisi yang membutuhan kemampuan untuk  mendayagunakan sumber daya yang tersedia guna merealisasikan ide kreatif yang diformulasikan.

Pada kondisi obyetif, tataran kognitif sebagaimana diuraikan di atas, telah terbukti di Kabupaten Bangkalan, dimana sejak di bawah kepemimpinan Bapak Bupati  RKH. Fuad Amin, Kabupaten Bangkalan telah menunjukkan berbagai perubahan konstruktif dari berbagai sendi kehidupan sosial, baik dari aspek pendidikan, kesehatan,  kebinamargaan, keciptakaryaan, kepemudaan, olah raga, maupun dari aspek lainnya.

Jika dicermati lebih jauh, lingkup perubahan konstruktif  terkait dengan aspek olah raga, dapat diperhatikan dari berbagai hal yang telah dilakukan, baik pembangunan yang bersifat fisik, diantaranya  berupa GOR – SAKA (Gelanggang Olah Raga Sultan Abdul Kadirun), pembangunan Stadion Sepak Bola, maupun berbagai pembangunan fisik lainnya.

Secara mendasar, pembangunan stadion sepak bola ini, pada hakekatnya, didasari oleh pemikiran bahwa melalui penyediaan lapangan sepak bola yang memadai, akan lebih memacu motivasi penggemar (khususnya kalangan pemain) sepak bola dalam berpartisipasi aktif  guna mengembangkan minat, bakat serta kemampuan dalam permainan sepak bola, sehingga dengan demikian, mampu meningkatkan daya saing dalam skala yang lebih luas, yang ditandai dengan kontribusi prestasi demi menjunjung tinggi nama baik Bangkalan di dunia sepak bola.

Selain dari pada itu, melalui pembangunan stadion sepak bola ini, diharapkan mampu meningkatkan ”percaya diri”  masyarakat  Bangkalan terhadap masyarakat luar Bangkalan, bahwa stadion sepak bola yang telah terbangun,  merupakan sarana yang telah memenuhi standart, serta  memiliki nilai yang sederajat terhadap sarana sepak bola yang di miliki oleh Kabupaten-kabupaten lainnya di Jawa Timur.

Iklan

About this entry