Feeling or Calculation

Ketika kita melihat sesuatu itu indah atau jelek sebenarnya apa yang kita lihat sehingga dapat menyimpulkan demikian, hal apa yang membedakannya. Mungkin salah satunya kita melihat adanya ketidaksesuaian atau ketidak pas-an pada sesuatu yang kita katakan jelek. Sesuatu (sebuah benda) terbentuk dari komponen – komponen yang tersusun sehingga membentuk bentuk tertentu, komponen –komponen tersebut membentuk suatu komposisi dengan memperhatikan perbandingan jarak dan atau ukuran antar bagiannya sehingga komposisi yang terbentuk menciptakan suatu kesan yang ‘pas/sesuai’. Dimana disebutkan oleh Plato,in Timaeus : “the good is always beautiful and beautiful never lacks proportion” yang menjadi pertanyaan bagi saya disini adalah perbandingan yang kita peroleh sehingga membentuk komposisi yang indah itu sebenarnya kita peroleh darimana? Berdasarkan feeling kah atau harus berdasarkan pada hitungan tertentu? Dan apakah yang menggunakan feeling akan menghasilkan suatu komposisi dengan perbandingan yang sama tepatnya dengan bila perbandingan itu dihitung berdasarkan hitungan tertentu, apakah bisa sama indahnya?

Ketika seorang arsitek mencoba untuk mensketsa sebuah desain apakah saat itu mereka memperhitungkan perbandingannya secara ‘matematika’? tentunya mereka akan membuat dengan proporsi yang pas tapi menurut saya sebagian besar adalah hasil dari feeling, entah pendapat saya benar atau tidak. Tetapi dari pengalaman saya selama menjalani perancangan, rasanya sedikit sekali yang mengacu dan berdasarkan pada perhitungan secara matematika, yang justru diutamakan adalah desain itu terlihat indah dan itu adalah berdasarkan feeling kita, kita mencoba sampai kita mendapatkan suatu komposisi yang pas. Atau mungkin selama ini sebenarnya ketika kita mencoba untuk menemukan proporsi yang pas kita telah melakukan perhitungan-perhitungan yang secara tidak langsung kita lakukan, jadi feeling yang kita dapat itu sebenarnya kita peroleh karena kita telah mendapatkan perhitungan yang sesuai?

Iklan

About this entry