Satria Sejati

Dari tumpukan khazanah sastra, hamba temukan permata nan indah berkilau. Banyak yang tampak masih tetap relevan untuk kita gunakan dalam mengarungi hidup di zaman penuh ketidak-pastian ini, di zaman yang penuh dengan goncangan ini.

Salah satu permata yang hamba temukan adalah 5 syarat yang hendaknya dipenuhi agar diri kita menjadi ‘satria‘ sejati, agar diri kita ‘menang‘, agar diri kita tidak terseok dalam lumpur kehidupan ini.

5  syarat yang harus dimiliki itu adalah:

1. Wisma (Rumah)

Rumah adalah tempat kita bertolak, tempat kita kembali setelah lelah kita berkelana. Tanpa rumah orang tak mungkin satria, ia hanyalah gelandangan.

2. Wanita

Wanita adalah lambang kehidupan dan penghidupan, kesuburan, kemakmuran dan kesejahteraan. Dari wanita-lah, penghidupan berputar dan berasal. Tanpa wanita, satria menyalahi kodrat sebagai lelaki.

3. Turangga (Kuda)

Turangga melambangkan alat yang dapat membawa kita berkelana kemana-mana. Turangga ini dapat diartikan sebagai ilmu, pengetahuan, kemampuan, ketrampilan, keahlian dan akhirnya – kemajuan. Tanpa turangga tak akan jauh langkahmu, akan pendek penglihatanmu.

4. Kukila (Burung)

Lambang keindahan, kelangenan (hobi), segala yang tak punya hubungan dengan penghidupan, hanya dengan kepuasan batin pribadi. Tanpa itu, kita hanya sebongkah tubuh tanpa semangat.

5. Curiga (Keris)

Lambang kewaspadaan, kesiagaan, keperwiraan, alat untuk mempertahankan keempat hal di atas. Tanpa keris, yang empat hal diatas akan bubar, musnah seandainya mendapat gangguan.

Demikian kelima hal yang harus dimiliki dalam hidup ini agar diri kita menjadi seorang ‘satria‘ sejati.

Seandainya belum ada salah satu dari yang lima itu, adakanlah segera, walau ia hanya sederhana saja…

Jadilah dirimu ‘satria‘, yang dengan ikhlas, tanpa pamrih, berjuang membawa perbaikan, membawa perubahan, membawa kemajuan baik ‘keluarga‘ mu yang sedang ‘sakit‘ ini…

Iklan

About this entry